| Jokowi Blusukan Terus |
Jokowi dan Wakilnya Ahok memiliki konsep yang unik dalam mengelola ibukota. Mereka ingin membangun Jakarta dengan konsep Kampung Tematik
Kampung tematik ini dimaksudkan agar
Jakarta punya identitas. Jokowi dan Ahok ingin mengubah Jakarta menjadi kota
yang memiliki identitas. Salah satunya dengan menjadikan beberapa kawasan
bertema atau disebut kampung tematik.
Rencana
ini segera direalisasikan dalam waktu dekat. Pihak swasta telah digandeng untuk
membuat desain dan menggarap proyek ini.
"Tahun
ini mau bangun," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) di Balai Kota Jakarta, Kamis (28/2).
Pagi tadi,
Ahok mengaku sudah bertemu dengan Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta.
Pertemuan itu untuk membahas seperti apa konsep kampung tematik.
"Pak
gubernur menugaskan mau bikin tematik kan. Jadi kita harus lihat secara
keseluruhan seperti apa," jelasnya.
Seperti
apa desain kampung tematik, Ahok masih merahasiakannya. "Udah ada. Tadi
kan kita bawa. Masuk swasta yang desain," ungkap Ahok.
Seperti
pernah diberitakan sebelumnya, Jokowi berjanji akan membuat sebanyak 100
kampung tematik di Jakarta.
"Pembangunan
kota yang dimulai dari penataan kampung itu bukan cuma kampung deret. Setiap
kampung itu punya tema sendiri-sendiri. Ada kekuatan lokalnya," ujar
Jokowi di Balai Kota beberapa waktu lalu.
Jokowi
mencontohkan Rawajati, lebih tepat dibangun sebagai kampung herbal. Ada pula
kampung protein di Tegal Parang karena banyak produsen tempe dan tahu.
"Semua
dibangun total, ada ruang terbuka hijau yang baik, ada pusat kampungnya,
drainasenya dibangun, yang prioritas juga pembangunan rumahnya," tegasnya.
Jenis
kampung lain yang akan diwujudkan Jokowi antara lain: Manggarai akan jadi
kampung kampung panggung. Lantas kampung stasiun di Duri. "Karena kanan
kirinya kumuh seperti ini. Kampungnya kumuh seperti ini," ujar Jokowi.
Begitu
pula kampung shopping di Poncol, kampung ikan di penjaringan, kampung kampus di
Tomang. Lantas kampung backpacker di Kebon Sirih, dan kampung tekstil di Kebon
Kacang.
"Semuanya
terkonsep. (Jenis) kampung banyak sekali, bingung saya...nanti (ada)
seratus," kata Jokowi.
Mengenai
alasan kampung kampus di Tomang, karena banyak kampus. "Kampung itu harus
mendukung pada kampus-kampus yang ada. Isinya apa? Nanti baca sendiri, kalau
sudah rampung. Ini belum rampung," tegasnya.
Soal
kampung backpacker? "Karena di Jaksa itu turis semua," tegas Jokowi. (MSN.COM)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar